travel alhijaz, paket umroh murah 2017, umroh desember 2017, paket umroh januari 2017, paket umroh februari 2017, paket umroh maret 2017, daftar haji plus, jadwal keberangkatan umroh, kontak travel alhijaz, alamat kantor travel alhijaz, lokasi kantor travel alhijaz, travel alhijaz indowisata| travel umroh haji plus di jakarta utara, jakarta timur, jakarta barat, jakarta selatan, biaya promo paket umroh murah bulan desember 2016-2017 flight by Saudi Airlines | Travel Umroh Alhijaz Indowisata direct madinah

Spesial PROMO UMROH 2017 | Travel Umroh AlHijaz Indowisata Jakarta Timur | Harga Paket Umroh Murah Promo 2017 Keutamaan Puasa ArofahPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017 Keutamaan Puasa ArofahPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017

PAKET UMROH 2017-2018

>

Selasa, 22 September 2015

Keutamaan Melaksanakan Puasa Arofah

Paket Umroh Murah Akhir Tahun 2015. Ibadah tathawwu’ (sunnah; yang dianjurkan) yaitu perkara yang akan menambahkan pahala, menggugurkan dosa-dosa, memperbanyak kebaikan, meninggikan derajat, lalu menyempurnakan ibadah wajib.
Allah Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lah yang lebih baik baginya.” (Qs. al-Baqarah: 184).
Paket Umroh Murah Akhir Tahun 2015
Demikian jua, keadaan tersebut yaitu jalan guna mendekatkan diri pada Allah, setelah melangsungkan kewajiban-kewajiban. Sebab, mendekatkan diri pada Allah itu dengan cara beribadah kepada-Nya dgn ibadah dimana hukumnya wajib ataupun mustahab (yang digemari; sunnah). Mendekatkan diri kepada-Nya tidak dgn ibadah yang bid’ah tanpa bimbingan sunnah ataupun dgn kebodohan tanpa bimbingan ilmu. Imam Bukhari meriwayatkan salahsatu hadits qudsi sebagai berikut,
“Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya, Allah berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku [Wali Allah yaitu orang yang beriman dan bertakwa-pen.], maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dgn sesuatu yang lebih Aku cintai dalam apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah; tambahan; yang dianjurkan) sehingga Aku mencintainya.‘” (HR. Bukhari, no. 6502).
Di dalam hadits di atas terdapat dalil, bahwa barangsiapa yang menghendaki dicintai oleh Allah, hingga urusannya gampang baginya, jika Allah memudahkannya padanya. Yakni dia melakukan kewajiban-kewajiban lalu melakukan ibadah-ibadah tathawwu‘ (sunnah), dgn sebab ini, dia akan mendapatkan kecintaan Allah dan walayah (perwalian) Allah.” (Al-Fawaid adz-Dzahabiyah Minal Arba’in Nawawiyah, hal. 143).
Kemudian, di antara amalan tathawwu’ yang utama yaitu puasa. Oleh karena, puasa yaitu ibadah dimana sanggup mengekang nafsu melalui keinginannya. Puasa jua hendak mengeluarkan jiwa manusia dalam keserupaan melalui binatang menuju keserupaan melalui malaikat. Oleh karena orang yang berpuasa membiarkan perkara dimana amat lekat di dalam dirinya, dimana berupa makanan, minuman, lalu berhubungan melalui istrinya, karena mengejar ridha Allah. Hingga, ini yaitu ibadah lalu ketaatan dimana yaitu sifat malaikat. Kebalikannya, jika manusia mengumbar hawa nafsunya, lalu dia lebih mendekati alam binatang.

Keutamaan Puasa Arafah

Di antara puasa tathawwu’ yang paling utama yaitu puasa Arafah. Yang dimaksud melalui puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Di masa itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berhimpun wukuf di padang Arafah.
Sejumlah orang menjumpai problem semasa mendapati tanggal/kalender di wilayahnya berbeda dgn di Arab Saudi. Maksudnya, di hari semasa jamaah haji lagi berkumpul di Arafah, dimana hari tersebut yaitu tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, akan tetapi kalender di wilayahnya di hari tersebut adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya. Jadi, apa dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender pada negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, lalu para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau dia berpuasa di tanggal 10 Dzulhijjah berdasarkan kalender pada negaranya sendiri lalu di Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, serta para jamaah haji berkumpul di Arafah.
Dalam perihal terkait yang jadi ukuran adalah wuquf di Arafah, bukan kalender pada negaranya. Oleh karena di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut melalui “puasa hari Arafah”, hingga mestinya wuquf pada Arafah itulah yang jadi ukuran. Wallahu a’lam.

Keistimewaan Hari Arafah

Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, lantaran di hari tersebut Allah membanggakan para hamba-Nya dimana lagi berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?‘” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari ‘Aisyah).
Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tdk wukuf pada Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah tersebut dgn janji keutamaan yang paling luas.
Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, dimana menjelaskan keutamaan puasa Arafah, dimana disyariatkan dengan Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas lalu disampaikan dengan Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
Alangkah pemurahnya Allah Ta’ala. Puasa satu hari menghapuskan dosa dua thn! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Jadi, semestinya berpuasa satu hari Arafah tersebut ialah perkara yang gampang, buat orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
Barangsiapa mempelajari ataupun mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia tersebut pastilah hatinya tergerak buat mengamalkan puasa ini. Sebab, semua manusia pasti menyadari bahwa dia tidak sanggup lepas dari dosa.
Dosa Apa yang dihapus?
Apa dosa-dosa dimana dihapuskan tersebut meliputi semuanya dosa, dosa kecil lalu dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Pada pasal terkait para ulama berselisih.
Sejumlah ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat selayak zhahir hadits. Yakni semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, ataupun dosa kecil.
Akan tetapi jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Ibnu Rajab, berpendapat bahwa dosa-dosa dimana terhapus melalui amal-amal shalih, misalnya wudhu’, shalat, shadaqah, puasa, selanjutnya lainnya, termasuk puasa Arafah tersebut, hanyalah dosa-dosa kecil.
Pendapat jumhur terkait di dukung dgn berbagai agrumen, yaitu:
Allah telah memerintahkan tobat, hingga hukumnya adalah wajib. Apabila dosa-dosa besar terhapus dgn semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak diperlukan, hingga ini yaitu kebatilan melalui ijma’.
Nash-nash dalam hadits lain dimana men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar supaya penghapusan dosa dgn amal shalih.
Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dgn bertobat darinya ataupun hukuman di dosa ini. Baik hukuman tersebut ditentukan dengan syariat, dimana berupa hudud lalu ta’zir ataupun hukuman dgn takdir Allah, dimana berupa musibah, penyakit, lalu sebagainya.
4- Bahwa di dalam syariat-Nya, Allah gak menyebabkan kaffarah (penebusan dosa) kepada dosa-dosa besar. Akan tetapi, kaffarah tersebut dibuat guna dosa-dosa kecil (Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, syarh hadits no. 18, karya al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali).
Puasa Arafah tuk Selain yang Ada di Arafah
Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah terkait berlaku teruntuk kaum muslimin dimana tidak wuquf pada Arafah. Adapun teruntuk kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,
“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).
Setelah kita mengenal keutamaan puasa hari Arafah terkait, lalu yang tersisa merupakan pengamalannya. Paket Umroh Murah Akhir Tahun 2015 Oleh karena setiap manusia nanti bakal ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu menyediakan pada kita agar berposisi di atas jalan yang lurus. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar